Rabu, 29 November 2017

A Happy Wife

Memutuskan untuk berhenti kerja di tengah karier yang menjanjikan bukanlah hal mudah. Banyak juga yang menyayangkan kenapa harus berhenti. Bagiku, yang terpenting aku tahu apa yang benar-benar kuinginkan. Dengan pekerjaan yang kujalani, tidak terbayang bagaimana rasa bersalahnya, ketika suami masih di rumah, pagi-pagi aku harus berangkat kerja lebih dulu. Ketika suami pulang kerja, aku belum tiba di rumah karena masih menyelesaikan pekerjaan kantor. Belum lagi jika nanti sudah punya anak. Aku pernah dengar cerita dari seorang teman kantor. Sebagai wanita karier, pada suatu titik dia merasakan penyesalan. Oh ternyata anakku sudah bisa begini, sudah bisa begitu. Oh, tiba-tiba udah besar aja. Banyak fase perkembangan anak yang terlewat sehingga dia sendiri terkejut dengan apa yang telah dicapai anaknya. Aku tidak ingin hal serupa terjadi padaku. Sejak lama memang aku sudah berniat untuk berhenti bekerja setelah menikah nanti. Kebetulan suami sangat mendukung. Pekerjaannya sebagai pengajar membuatnya sering 'dicurhati' murid-murid. Ia tahu bagaimana kesedihan anak-anak yang kedua orang tuanya sibuk bekerja dan bagaimana dampaknya terhadap anak tersebut. Kami berharap semoga nantinya bisa mencurahkan kasih sayang secara penuh dengan mengurus anak-anak sendiri, tanpa bantuan pengasuh.

Useless Things ( Review dan Tips Berjualan di Carousell )

Belakangan ngerasa kamar aku makin sempit aja. Lemari yang tadinya cukup sekarang udah nggak bisa menampung baju-bajuku.  Akhirnya weekend kemarin aku sempetin buat beberes kosan. Ternyata banyak barang yang sebenernya udah rusak dan nggak aku butuhin lagi tapi masih numpuk aja di lemari. Dari sekian banyak itu juga nemuin barang-barang ajaib, yang aku sendiri sampe lupa kapan pernah membelinya.

       Berikut ini beberapa contoh barang ajaib yang aku punya lengkap dengan sejarahnya:

Selasa, 28 November 2017

Obsesi (Antologi Cerpen)

Judul: Obsesi (Antologi Cerpen Bengkel Sastra 2006)
Penerbit: Balai Bahasa Yogyakarta


Tahun 2006, saya mendapat kesempatan mewakili sekolah untuk mengikuti kegiatan bengkel sastra yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Yogyakarta. Selama kurang lebih 3 bulan saya mengikuti pelatihan menulis dan teater yang dibimbing langsung oleh beberapa sastrawan Indonesia antara lain Mbak Evi Idawati, Mas Landung Simatupang dan Mas Sri Harjanto Sahid.
Di akhir pelatihan, selain mempersiapkan pertunjukan teater kami juga diwajibkan untuk membuat membuat sebuah cerpen yang nantinya akan dimuat dalam antologi bersama.
Antologi tersebut akhirnya diberi judul Obsesi. Terdiri dari 31 cerpen dengan beragam tema. Cerpen saya yang dimuat berjudul "Kembali untuk Pergi", menceritakan tentang seorang gadis yang menunggu kekasihnya pulang."

Beach Outfit Idea





Hello, I am Isyka Syukriya. Born 27 Februari 1990 A happy wife, a dreamer, an interover and melankolis person. Books and movies addict. I also love arts, drawing, writing, fashion, and many more.

Please visit my account:
Instagram : @s.syukriya
Youtube : isyka syukriya
Behance: Siti Syukriya