Rabu, 29 November 2017

Useless Things ( Review dan Tips Berjualan di Carousell )

Belakangan ngerasa kamar aku makin sempit aja. Lemari yang tadinya cukup sekarang udah nggak bisa menampung baju-bajuku.  Akhirnya weekend kemarin aku sempetin buat beberes kosan. Ternyata banyak barang yang sebenernya udah rusak dan nggak aku butuhin lagi tapi masih numpuk aja di lemari. Dari sekian banyak itu juga nemuin barang-barang ajaib, yang aku sendiri sampe lupa kapan pernah membelinya.

       Berikut ini beberapa contoh barang ajaib yang aku punya lengkap dengan sejarahnya:



Untung sekarang aku nggak terlalu bingung mikirin mau dikemanain barang-barang tersebut. Karena udah ada aplikasi keren yang wajib dipunyai cewek-cewek. Namanya Carousell. Barang-barang prelovedmu bisa dijual disini. Kamu juga bisa membeli barang preloved orang lain dengan harga super terjangkau. Cocok buat yang pengen tampil modis tapi kantong nggak jebol.
Walaupun preloved, barang-barang di Carousell masih bagus, loh. Jaman sekarang, orang lebih banyak menjual barang bukan karena udah nggak layak pakai, tapi karena bosen dan pengen segera  ganti dengan yang lebih up to date.  Walau begitu tetep harus jeli, ya, girls. Jangan sungkan bertanya. Kalau perlu minta foto yang lebih detail ke penjualnya. Lihat juga respon pembeli di online shop tersebut.Kita bisa melihatnya di profil.
 Carousell ini tampilannya sederhana dan praktis untuk digunakan. Semudah upload foto di instagram, deh. Walaupun begitu, fitur-fiturnya lengkap. Ada chat yang bisa digunakan untuk berkomunikasi antara penjual dan pembeli. Bahkan kalau lagi males ngetik, ada template kalimat yang bisa langsung di klik. Carousel juga menyediakan fitur untuk mengedit foto. Jadi nggak perlu keluar dari aplikasi.  



Selama ini aku sangat terbantu dengan adanya Carousell. Beberapa barangku sudah ada yang terjual . Dan sejauh ini tidak pernah ada complain dari pembeli.
O iya, aku ada beberapa tips untuk kalian yang ingin menjual barang-barang preloved kalian di carousell:
1.       Pilih-pilah dan teliti mana barang yang masih layak dijual. Jangan sampai menjual barang yang udah rusak atau tidak layak pakai.
2.       Foto harus jelas dan menarik
Aku sarankan pakai background putih saja, biar objeknya nggak ‘tenggelam’ sama background.
3.       Jujur
 Jika barang kita ada defect nya, harus diinformasikan kepada pembeli. Mereka akan sangat menghargai kejujuran kita. Mungkin ada yang nggak jadi membeli. Tapi itu akan lebih baik daripada mereka kecewa setelah terlanjur membeli. Bisa-bisa olshop kita diblack list.
4.       Fast respon dan  ramah
Pernah nggak punya pengalaman beli di online shop tapi cs nya jutek, ngebales pesan juga lamaaaa banget. Kesel dan bikin ill fill kan? Begitu juga ya calon costumer kita.
5.       Jangan memasang harga terlalu mahal
Namanya juga preloved, kita nggak bisa terlalu mencari untung. Yang penting lemari bersih dari barang useless. Lumayan kan kalau dikumpulin uangnya bisa buat beli barang baru.
6.       Sesekali berikan promo
Misalnya diskon untuk pembelian lebih dari 1 item, atau gratis ongkir untuk wilayah tertentu. Menurut pengalamanku, hal ini cukup efektif untuk meningkatkan pembeli.
7.       Jangan malas untuk COD
Hampir separuh dari costumerku di carousell minta untuk CODan. Mungkin karena lebih bisa dipercaya. Mereka bisa langsung ngechek dan complain kepada penjual jika barang yang dibeli nggak sesuai harapan. Selain itu juga lebih hemat karena nggak perlu ongkir.
8.       Buat packaging yang menarik
Walaupun isinya barang preloved, packaging harus tetep keren dong. Tujuannya agar pembeli memberi feed back yang baik dan ia mau membeli lagi. Jangan lupa buat cantumkan logo olshop kita agar terlihat professional
9.       Upload secara berkala resi pengiriman
Upload juga barang-barang yang akan kita kirim ke pembeli. Hal ini bisa menambah kepercayaan pembeli terhadap olshop kita, loh!
10.   Jangan sungkan untuk menurunkan harga
Kalau sudah berbulan-bulan belum laku, jangan sungkan untuk menurunkan harga. Di carousell orang yang sudah pernah ngelike foto produk kita akan menerima pemberitahuan turun harga tersebut. Bisa jadi mereka akan berubah pikiran, dari yang tadinya sekedar ‘suka’ menjadi ‘beli’
11.   Jika memungkinkan, sediakan lebih dari 1 nomor rekening yang berbeda.
Biaya transfer untuk beda rekening bisa membuat calon pembeli mengurungkan niatnya. Apalagi jika barang yang kita jual harganya tidak seberapa.
12.   Kalau ternyata tidak ada yang membeli juga, kenapa tidak kita berikan saja kepada yang membutuhkan. Nggak kan rugi deh! Malahan jadi kesempatan kita untuk beramal kan ;-) 

        Itu tadi beberapa tips yang bisa diaplikasikan. Ingat ya, kita harus selalu memberi kesan yang baik karena itu sangat mempengaruhi keberlangsungan online shop kita.
        Dan yang terpenting, biar nggak banyak barang useless di kamar kita, pikir dulu matang-matang sebelum membeli. Seleksi apakah benar-benar butuh, atau sekedar ingin. Jangan gegabah. Kalau perlu bikin list dulu barang-barang apa yang kita butuhkan.Okay? Selamat berjualan! :-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar